//
Tulisan terbaru
Zaman Kolonial

Kroncong dari tahun 1930-an sampai 1942


“Langgam Kroncong”

******************

Oleh: Boneka Hantu

******************

Pada paruh kedua tahun 1930-an ada dua perkembangan penting dalam dunia kroncong. Yang satu adalah munculnya lagu-lagu S. Abdullah, yang menyusun lagu kroncong asli dalam gaya Barat. Yang kedua adalah kebalikannya, lagu-lagu dengan struktur lagu Barat (bukan struktur lagu kroncong asli) dimainkan dengan gaya dan instrumentasi kroncong, terutama memasukan permainan cak-cuk dan selo kendang. Struktur baru ini (berarti baru di Indonesia) kelak disebut Langgam Kroncong, sekalipun pada tahun 1930-an belum di sebut seperti itu. Lagu “Bengawan Solo” yang sangat terkenal di ciptakan tahun 1940 oleh “Gesang Martohartono” merupakan salah satu contoh langgam kroncong.

Dibawah ini adalah salah satu pola akor untuk langgam kroncong :

l* l  l  l     l V  V  l

l   l  l  l     l V  V  l

l  lV lV l    l  ll  ll V

V  l  l  l     l V  V  l

(vocal biasanya mulai sesudah akor ini *)

Sebenarnya banyak susunan akor yang terdapat pada langgam kroncong. Untuk mengerti apa yang khas di dalamnya, cobalah perhatikan dalam susunan diatas, bahwa baris 1, 2, dan 4 mempunyai akor yang sama tetapi (berbeda dengan susunan akor untuk kroncong asli). Kalau susunan ini disebut susunan “A” dan susunan yang terdapat pada baris ke 3 disebut susunan “B”, maka struktur lagu langgam kroncong adalah “AABA”. Sedangkan struktur kroncong asli adalah “ABCC” cukup berbeda bukan..!!! nah banyak langgam kroncong mempunyai struktur “AABA” dan struktur “AABA” ini adalah struktur yang sangat umum pula untuk lagu popular Barat, termasuk lagu-lagu popular pada tahun 1930-an.

Dengan munculnya bentuk baru ini popularitas kroncong asli mulai memudar. Kebanyakkan lagu yang di ciptakan sesudah tahun 1938 dan di mainkan dengan gaya kroncong adalah langgam kroncong bukan kroncong asli. Sekarang di abad ke-21 ini hanya tersisa satu atau dua lagu kroncong asli yang masih terdengar. Kroncong sekarang tidak lagi berperan sebagai suatu bentuk komposisi yang produktif, melainkan suatu gaya aransemen dengan ciri khas permainan cak-cuk dan selo kendang.

About Boneka Hantu

SELALU INGIN BERBAGI

Diskusi

Belum ada komentar.

Komentar Dong's

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Facebook Fans

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Singgah

  • 95,513 hits
Powered by Wordpress ~ Designed by WooThemes ~ Redesigned by Boneka Hantu