//
Tulisan terbaru
Zaman Kolonial

Kroncong dari tahun 1930-an sampai 1942


®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®
Oleh : Boneka Hantu April 11, 2012
®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®
Mulai sekitar tahun 1925 dan semakin pesat lagi pada awal tahun 1930-an, kroncong birubah setahap demi setahap. Lagu-lagu kroncong menjadi lebih bersifat individual, lebih mudah di bedakan, serta syair dan pantunnya juga mulai tetap atau dibakukan. Maksudnya setiap kali kroncong X dinyanyikan oleh siapapun, maka susunan pantun/syair dan kupletnya menjadi serupa. Perubahan-perubahan ini menunjukkan unsur profesionalisasi kroncong, karna pada umumnya orang biasa atau penyanyi amatir menjadi tidak mampu lagi menghapalkan sekian banyak melodi dan susunan teks baku.
Dengan dukungan gramofon dan piringan hitam (dan juga, dari tahun 1933, dukungan Radio) dalam priode ini kroncong menjadi musik popular yang paling digemari di Indonesia, terutama di perkotaan.  Kroncong mulai lepas dari teater Stambul menjadi jenis lagu yang di dengar dimana-mana . Teater Stambul sendiri birubah bentuk menjadi “Tonil” atau “Opera”, seperti Orionnya Miss Riboet yang di sebut tadi, atau Opera Dardanella, dengan Sri Panggungnya Miss Dja (Dewi Dja) dan penulis drama Andjar Asmara (nama asli : Abisin Abas). Selain  Kroncong musik dan “Extra Turn” dalam teater baru ini terbuka untuk lagu-lagu popular dari Barat, dan juga dari India, Arab, Tiongkok atau budaya Melayu, sesuai dengan cerita. Para bintang  Kroncong dan bintang teater sering trampil dalam menyanyi dan menari dan juga dalam beberapa gaya.
Salah satu bintang  Kroncong yang muncul pada akhir tahun 1920-an adalah S.[Said] Abdullah, seorang peranakan Arab yang lahir di Jatiwangi Cirebon dan kemudian tinggal di Surabaya. Dia menjadi terkenal lewat piringan hitam merk His Master’s Voice milai tahun 1929 dan terus direkam selama dekade berikutnya. (beliau meninggal dunia pada tahun 1941) Pada masa awal karirnya, dia dikenal sebagai penyanyi  Kroncong dengan ensambel kroncong standar. Tetapi sejak tahun 1935, S. Abdullah menjadi sangat popular karna membawa lagu kroncong (dengan struktur  Kroncong asli) dengan gaya music popular Barat-Kroncong Tango, Kroncong Rumba, Kroncong Foxtrot, Kroncong Blues dan sebagainya. Instrumentasinya mendakati dance-band atau swing-band Barat dan tidak lagi terbatas pada Instrumentasi ensambel kroncong.

About Boneka Hantu

SELALU INGIN BERBAGI

Diskusi

One thought on “Kroncong dari tahun 1930-an sampai 1942

  1. SAYA BERNIAT MAU MEREMAJAKAN LAGU LAGU TAHUN 1930-AN.BOLEH ATAU TIDAK?
    KALO BOLEH SAYA TUNGGU INFONYA .TERIMA KASIH

    Posted by TARDI / BEBEN | Februari 13, 2014, 4:33 am

Komentar Dong's

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Facebook Fans

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Singgah

  • 95,513 hits
Powered by Wordpress ~ Designed by WooThemes ~ Redesigned by Boneka Hantu