//
Tulisan terbaru
Zaman Kolonial

Kroncong Pada Awal Abad ke-20 di Batavia


“Musik Rakyat Perkotaan”

Oleh: Boneka Hantu

Dari tulisan-tulisan di surat kabar Batavia pada tahun-tahun 1880-an, kita tahu bahwa pada waktu itu sudah ada satu jenis musik (bukan sekedar nama alat..!!) yang disebut kroncong. Jenis musikitu di mainkan oleh pemain “Eurasia” atau “Indo” (campuran Indonesia dan Eropa) pada pesta perkawinan dan hiburan lainnya. Juga ada tulisan kenang-kenangan dan otobiografi dari masa 1900-1920 yang menceritakan bahwa di kampung-kampung Batavia remaja laki-laki suka berjalan-jalan pada malam hari di kampung sambil menyanyikan lagu kroncong untuk merayu gadis. Dalam tulisan itu, laki-laki kadang-kadang di juluki “buaya kroncong.”

Musik kroncong pada zaman itu bisa di anggap sebagai sebuah musik rakyat perkotaan. Arti “musik rakyat” di sini adalah musik yang menjadi milik umum siapapun berani dan sanggup menyanyikan atau memainkannya, bukan hanya spesialis atau profesional saja. Berbeda pada musik populer pada musik populer sekarang pemain dan penyanyi yang dihargai biasanya yang profesional atau “bintang” yang lebih “istimewa” lebih kaya dan glamor daripada sembarang  orang.Sementara pada zaman itu belum ada bintang kroncong dan musiknya pun tidak sulit dimainkan, Alatnya pun cukup sederhana minimal ada satu alat kroncong (ukulele) atau gitar. biasanya satu atau dua melodi/lagu saja yang di pakai, jadi semua orang hapal betul melodi lagunya. dan nyaris semua orang hapal beberapa bait yang bisa di nyanyikan dengan melodi-melodi itu. Artinya kalau ada beberapa orang sedang menyanyikan lagu kroncong, orang lain – temannya, tetangganya atau orang yang hanya kebetulan lewat  bisa saja ikut bernyanyi dan mungkin juga akan bermain kroncong atau gitar atau rebana.

Dasar musik kroncong pada waktu itu dan seterusnya  dari segi peralatan, tangga nada dan harmoni (akor) adalah musik Bara. Dalam kroncong tidak terdapat tangga nada khas Indonesia seperti slendro dan pelog Jawa/Bali juga tidak terdapat alat musik seperti gong atau kendang dua sisi atau alat bambu atau metalofon berbilah. Belakangan muncul beberapa nuansa yang berbau Indonesia, misalnya teknik kait-mengkait cak-cuk dan selo yang meniru suara kendang, tetapi dasar melodi, harmini dan instrumentasinya tetap musik Barat, tetatpi kenyataan ini tidak bermakna bahwa musik kroncong bukan musik Indonesia.!! Semua budaya jelas bisa saja meminjam unsur-unsur dari budaya lain. Jadi sekalipun dasar-dasar  musik kroncong berasal dari Barat, namun lagu dan gaya kroncong sebagai keseluruhan tidak di kenal di Barat. Kroncong merupakan suatu perkembangan unik yang terjadi di Indonesia dari unsur yang berasal dari luar.

About Boneka Hantu

SELALU INGIN BERBAGI

Diskusi

Belum ada komentar.

Komentar Dong's

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Facebook Fans

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Singgah

  • 95,513 hits
Powered by Wordpress ~ Designed by WooThemes ~ Redesigned by Boneka Hantu